kebudayaan kemaliq ranget di masyarakat sasak
Kebudayaa
kemaliq ranget di masyarakat sasak
Penulis
: Siti Umrah
Hay teman-teman
semuannya,Di sini saya akan membahas tentang kebudayaan yang ada di Lombok
Barat,Kecamatan Narmada,NTB.
Di sini kita pasti
sudah mengetahui bahwa kebudayaan itu adalah suatu hasil karya cipta dan
kebiasaan manusia yang di lakukan dan di jaga secara turun temurun yang
berpengaruh besar pada alam dan kodrat masyarakat.
Berbicara tentang
kebudayaan adalah suatu hal yang sangat menarik,Nah di sini saya akan membahas
salah satu kebudaayaan di masyarakat sasak yaitu Kemaliq Ranget.
Namun sebelum masuk ke
kemaliq ranget kita akan membahas apa itu sasak?
Suku
Sasak adalah sebuah suku bangsa yang berada di Pulau Lombok yang berumur sangat
tua,sehingga masyarakatnya menggunakan bahasa Sasak sebagai alat komunikasi
sehari-hari.Sejak awal adanya suku Sasak masyarakatnya sudah memeluk agama
Islam, kalaupun ada yang menganut agama selain Islam itu adalah orang-orang pendatang
bukan masyarakat asli Sasak.Di Suku Sasak ada yang namanya kemaliq
ranget,Mungkin ada yang bertanya apa itu kemaliq ranget? Berikut penjelasan
tentang kemaliq ranget.
Kemaliq berasal dari kata Maliq dalam bahasa Sasak yang
artinya keramat atau suci.kemaliq di maknai sebagai sebuah prasasti peninggalan
para leluhur yang harus di jaga dan di lestarikan.Adapun kemaliq yang terdapat
di Dusun Ranget,Desa Sasaot Kecamatan Narmada Lombok Barat NTB yaitu Kemaliq ranget.
Kemaliq
ranget merupakan tempat yang sangat sakral dan di sakral kan oleh
masyarakatnya,Tempat ini di berikan tanda dengan adanya batu,pohon,mata air,dan
masjid,kalau pun tandanya hilang tempat itu tetap di namakan kemaliq.Kemaliq
Ranget ini hanya ada di Masyarakat Sasak,makanya masyarakat Sasak sangat
menjaga tempat tersebut karena tempat ini merupakan kebudayaan masyarakat Sasak
yang tradisinya berbeda dengan masyarakat lain.Kemaliq Ranget juga adalah tempat para wali dulunya
bertafakur sehingga energi kebaikan yang di miliki para Waliyauloh menyebar di
tempat itu,Masyarakat Sasak pun sangat mengistimewakan kemaliq ranget tersebut.
Untuk
mengetahui lebih banyak tentang kemaliq Ranget juga saya mewawancarai salah
satu tokoh masyarakat yaitu kepala dusun Ranget yang bernama Bapak kadus
Septori wirawan,Beliau merupakan keturunan ke lima dari orang pertama yang ada
di wilayah tersebut.Beliau bertanggung jawab untuk menjaga dan mempertahankan
kemaliq dari rebutan orang luar.Setiap malam Bapak Kadus septori wirawan
mengunjungi tempat tersebut dan melakukan doa untuk para leluhur terdahulu
sebagai bentuk penghormatan.
Untuk
memasukin tempat tersebut ada beberapa larangan yang tidak boleh di langgar
seperti wanita yang dalam keadaan haid tidak di ijinkan masuk,dan ke tempat
tersebut harus dengan niat yang baik jika di langgar akan mendapat kesialan
karena banyak aura positif di kemaliq itu.
Adapun
tantangan dari Kemaliq itu sendiri kebanyakan masyarakat Sasak sendiri ketika
berbicara Agama dan Budaya selalu bertolak belakang,Ada yang beranggapan bahwa
kemaliq sebagai sesuatu yang buruk dan sirik,yang sebenarnya agama itu di
budayakan agar tingkah laku sehari-hari tidak keluar dari garis Agama,Jadi
jangan pernah beranggapan budaya itu suatu hal yang main-main.Dari hal ini juga
kita jangan hanya melihat dari satu sisi saja tetapi di lihat dari sisi lain
juga seperti dari sisi Agama,dan sisi Sejarah.Karena itu adalah prasasti budaya
Sasak dan bukti-bukti dari sejarah Sasak. Orang-orang terdahulu tingkat ilmu
pengetahuan agamanya jauh lebih tinggi jika di bandingkan dengan jaman
sekarang,pada jaman dahulu yang lebih maju adalah tradisi sedangkan sekarang
yang lebih maju adalah tehnologi,tidak ada sumber daya manusia dan tehnologi
lah yang mengatur kehidupan sekarang contohnya pertanian bukan pertaniaanya yang
maju tetapi alat pertaniannya yang maju.
Dengan
adanya tantangan tersebut kemaliq di anggap salah,seperti tanggapan
bertentangan dengan agama,Namun jika mengkaji lebih dalam lagi tentang Agama
dan Kebudayaan kita tidak akan melihat Agama dan Budaya itu bertentangan.Karena
Kemaliq jadikan tempat bertafakur kapada Allah SWT dengan memperhatikan
syariat-syariatnya.
Jadi,kita
sebagai pecinta kebudayaan harus melestarikan kemaliq yang ada di masing-masing
suku karena itu merupakan warisan para leluhur dan sebagai pegangan untuk
mempertahankan Kebudayaan dan tradisi yang berada di masyarakat.
Tulisan yang sangat bagu, dapat menambah wawasan tentang kebudayaan yang ada di masyarakat sasak.
BalasHapusTetap semangat dalam berkarya
Terimakasih
HapusMantap
BalasHapusDari tulisan ini akhirnya saya dapat mengetahui apa itu kemaliq ranget.
Di tunggu tulisan-tulisan selanjutnya
Terimakasih
HapusSemngat enu💪
BalasHapussukses selalu♥️
Terimakasih
HapusJudul tulisannya tentang budaya Sasak,lah org yg nulisnya orang Flores,singkron kagak? Ya kagaklah🤣🤣
BalasHapusSebagai pecinta budaya,tidak harus di wilayah sendiri kita budayakan,tetapi kebudayaan lain juga harus di pelajari
HapusSemangat terus dek🖤
BalasHapusTerimakasih
HapusBagus
BalasHapusTerimakasih
HapusSemangat menulis💪
BalasHapusTerimakasih
HapusSemangat
BalasHapusPasti
HapusTerimakasih
Good job beby, kembangkan 👍
BalasHapusTerimakasih orang baik
HapusSemaangt inuk,, semoga bisa. Menambhakn wawasan untuk masyarakat sasak n untuk diri sendiri jugaa🙏
BalasHapusAminn
HapusTerimakasih
Tulisan yang sangat bermanfaat
BalasHapus