cerpen
Keunikan
rumah Adat Mbaru Niang
Penulis:Siti
Umrah
Libur pun telah
tiba,dan pulang ke kampong halaman adalah keinginan dari semua mahasiswa yang
merantau.hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagiku karena akan
bertemu dengan orang tua dan keluargaku.Aku mulai mengahayal tempat yang mana
akan ku jelajahi ketika aku pulang ke Labuan bajo tempat aku di lahirkan,hmm
sepertinya aku sudah ngga sabar dengan sejuknya pagi dan di suguhkan secangkir
kopi khas daerah sana,,ohhh indah sekali tentunya.
Assalamualaikum ibu aku pulang
Waalaikumsalam terdengar suara ibu menjawab salam ku
Aku melihat
senyuman lebar dari ibu dan ayahku menyambut kedatanganku,rupanya mereka sangat
merindukan diriku.setelah berbincang cukup lama dengan orangtua ku tiba-tiba sahabatku
sifa datang dan memelukku,tanpa basah-basih dia berkata
Rah,aku mau ngajak kamu ke suatu tempat yang belum
pernah kamu lihat
Di mana fa?kata ku
Pokonya besok pagi aku jemput kamu kita jalan-jalan
kesana.kata sifa
Dengan gembira riang akupun mengiakan,karena aku
juga penasaran dengan tempat yang di bilang sifa temanku.
Keesokan
harinya,kikk,kikk,kikk suara kelakson
motor di depan rumahku,sepertinya itu sifa yang datang ujarku dalam hati,akupun
bergegas keluar kamar dan langsung pamit ke orang tuaku,kebetulan semalam aku
sudah meminta ijin kepada orangtua ku.
Di
perjalanan aku menghirup sejuknya alam yang di kelilingi rimbunan kayu yang
membuat aku semakin bersemangat untuk mancapai tujuan. setelah berjalan sekitar
3 jam dari kampong ku ahirnya tibalah di tempat tujuan dan aku pun terpesona
dengan indahnya Rumah Adat Mbaru Niang.Rumah
adat ini berada di Kampung Wae Rebo ,sebuah kampong adat di Pulau Flores,Nusa
Tenggara Timur (NTT).
Akupun
mengeluarkan ponsel dari dalam tasku untuk potret tempat tersebut,saking
bahagianya aku sampe sifa yang berbicara denganku tidak aku hiraukan.dasar
teman ngga ada otak masa aku berbicara tidak di hiraukan,hahahha akupun ketawa
sambil berkata,bagaimana mungkin aku mendengar ucapan mu,aku masih terpesona
dengan rumah adat dengan bangunan yang sangat bagus,kata ku.
Kalian
dari mana? Tiba-tiba terdengar suara laki-laki dari belakang punggungku,teryata
bapa itu adalah salah satu yang menempati rumah adat tersebut.Aku pun mendekati
bapak itu dan menanyakan keunikan-keunikan rumah adat tersebut dan teryata
bapak itu mau menceritakan padaku,tentunya aku sangat senang bisa mengetahui
keunikan tempat tersebut.akupun duduk dan mendengarkan cerita dari bapak
tersebut.
Kampung
adat wae rebo memiliki beberapa jenis rumah adat, ada 6 rumah dimana rumah
utamanya disebut Niang dan 6 rumah lainya adalah rumah pendukung niang. Bentuk
rumah adat wae rebo berbentuk kerucut, terbuat dari kayu dan dan beratapkan
ijuk atau alang-alang. Rumah adat di wae rebo berfungsi sebagai tempat untuk
menjaga warisan leluhur atau nenek moyang orang-orang manggarai, dan juga
tempat bekumpul dan menyimpan barang-barang makanan, seperti padi, jagung, kopi
dan lain-lain. Rumah niang wae rebo juga di gunakan sebagai tempat pertemuan
adat, tarian caci, sanda, upacara Penti dan kegiatan adat lainnya. Pada saat
kamu bermalam atau nginap di wae rebo, kamu akan tidur beralaskan tikar yang
terbuat dari daun pandan dyang di anyam secara manual oleh penduduk masyarakat
wae rebo. Kamu bisa tidur malam dengan nyenyak, ditambah dengan udara yang
sejuk dan segar, membuat kamu akan lupa dengan hiruk pikuk kehidupan kota.Tidak
hanya itu saja ada beberapa keunikan yang di dapat dari wae rebo yaitu,
Pemandangan yang bagus
dan kicauan burung di hutan wae rebo.Semenjak masyarakat kampung wae rebo
menjaga hutannya, hutan wae rebo terjaga dengan baik. Kamu bisa melihat
orang-orang wae rebo bekerja dipagi hari, untuk memetik kopi dan memanen
kacang. Kicauan burung akan terdengar di tengah hutan, dan kamu bisa
menikmatinya dengan damai, mereka sangat imut dan lucu, hal ini membuat kamu
mengingatkan wae rebo pada saat kamu balik ke rumah. Masyarakat wae rebo sangat
deka dengan alam dan budayanya.
Kebiasaan bertenun kain
songket Motif adat manggarai.Meskipun tenun bukanlah aktivitas utama wanita
yang hidup di wae rebo, wanita di flores dan wae rebo masih melakukan aktivitas
menenun kain songket pada waktu senggangnya. Anda bisa melihat perempuan
melakukan kerajinan menenun ditempat ini. Jika kamu tertarik, kamu bisa membeli
salah satunya untuk di jadikan koleksi di rumah yang bersumber dari kain sonket
wae rebo.
Pemandangan alam yang
indah dan budaya yang mengagumkan, itulah yang ditawarkan oleh orang-orang wae
rebo-Flores. Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah sudah mengkhususkan
tempat ini sebagai tempat kunjungan wisata alam dan wisata budaya.
Dan ada beberapa keunikan rumah adat tersebut.
Atap
Terbuat dari Daun Lontar, . Atap Kerucut, Dalam Budaya Wae Rebo, bentuk kerucut
dari Mbaru Niang merupakan simbol perlindungan dan persatuan antarrakyat Wae
Rebo, Terdiri dari 5 Lantai/Tingkat, bangunan Kayu Tanpa Paku, Lantai Rumah Tidak Menyentuh Tanah.
Setelah
mendengar cerita dari bapak,ceritanya cukup unik dan akhirnya aku jadi tau
keunikan-keunikan di wae rebo.aku pun mengucapkan terimakasi kepada bapak itu
karena sudah mau menceritakan keadaan yang ada di wae rebo.hari pun semakin
sore dan aku sudah mengelilingi rumah sadat tersebut aku dan sifa memutuskan
untuk balik ke kampong halaman,di perjalan tidak henti-hentinya aku mencerikan
kembali tentang rumah adat itu,walaupun aku tau sifa tidak mendengarkan
ceritaku.hahaaha aku merasa lucu dengan diriku sendiri.Sesampainya di rumah aku
mencerikan kembali kepada orang tuaku tentang budaya yang ada di wae
rebo,setelah itu aku merasah lelah dan bergegas masuk ke kamar dan mematikan
lampu lalu tidur..
Cerpen yang sangat menarik👍
BalasHapusComel
BalasHapusCerpen yang bagus dan sangat menarik untuk di baca.
BalasHapusCerpen yg sangat menarik dan tidak bosan untuk membacanya😊
BalasHapusBagus.
BalasHapusWaah keren ni, pengen dong diajak kesana 😀
BalasHapusWaahhh bagus
BalasHapusKembangkan beb👍
Bagus
BalasHapusBagus ya bun ceritanya
BalasHapusWaoo keren dek
BalasHapusCerita nya menyenangkan💪
BalasHapus